Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Jumat, 24 Oktober 2014

PENGARUH BUDAYA ASING TERHADAP PERSATUAN DAN KEUTUHAN BANGSA

5 komentar


Persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah-pecah. Persatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi suatu kebulatan utuh yang serasi.  Berbicara mengenai persatuan dan keutuhan bangsa, kita sebagai bangsa Indonesia tidak bisa terlepas dari sebuah peristiwa penting dalam sejarah terbentuknya bangsa, peristiwa itu terjadi sekitar 86 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 28 oktober 1928. Peristiwa itu di kenal sebagai Hari Sumpah Pemuda. Hari dimana seluruh pemuda dan pemudi berkumpul, bersatu dan berikrar tentang semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Sebelum membahas mengenai tema di atas, saya akan terlebih dahulu sedikit menceritakan tentang sejarah sumpah pemuda.
 


A.      Sejarah Sumpah Pemuda
Pada tanggal 28 oktober 1928 merupakan wujud perstuan dan rasa nasionalisme yang tinggi dari pemuda saat itu. dan yang patut diketahui bahwasumpah pemuda adalah bukti otentik awal terbentuknya bangsa Indonesia. Yang melatarbelakangi  terjadinya peristiwa ini adalah kesamaan nasib akibat dari penindasan bangsa-bangsa barat seperti portugis dan belanda sehingga membulatkan tekad untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia.
Yang membuat rumusan sumpah pemuda adalah Mohammad Yamin.berikut bunyi sumpah pemuda tersebut :
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA , MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,TANAH INDONESIA.
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA , MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,BANGSA INDONESIA.
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA , MENJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Makna dari tiga bait kalimat di atas sangat mendalam. Di mana kita generasi muda penerus bangsa di ingatkan untuk tetap bersatu dan lebih menghargai bangsa kita sendiri. Walaupun peristiwa ini telah terjadi 86 tahun yang lalu, tapi masih ada nilai-nilai luhur yang bisa kita petik dari peristiwa bersejarah yang masih bisa kita terapkan di zaman modern ini…
 

1.      Cinta bangsa dan tanah air
Rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air perlu di tumbuhkan, karena kalau bukan kita yang mencintai bangsa kita siapa lagi ??  cinta terhadap bangsa dan tanah air artinya kita setia terhadap bangsa kita dan berbuat sesuatu yang baik demi kemajuan bangsa , dalam segala aspek kehidupan.
2.      Persatuan
Ini poin yang paling penting. Pada saat itu semua pemuda dari berbagai daerah berkumpul dan bersatu dalam wadah, yakni satu bangsa. Mereka menyadari bahwa dengan bersatunya mereka dapat mengusir penjajah. Semangat persatuan ini pun harus terus di hidupkan dalam hati kita bahwa kita sebenarnya satu yakni bangsa Indonesia. Tidak ada orang jawa, Madura, sumatera, Sulawesi, ambon atau papua yang ada hanya bangsa Indonesia. Kita harus menerima semua keberagaman dan menghargai setiap perbedaan yang ada.
3.      Kerja sama
Gotong royong atau kerja sama merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia sejak dahulu. Hal ini bisa di buktikan dengan kerja sama para pemuda dalam mengikrarkan sumpah pemuda. Mereka bersama-sama menyatukan seluruh pemuda dari berbagai daerah untuk bersatu, tanpa adanya kerja sama tersebut mana mungkin peristiwa ini dapat terjadi.
Itulah nilai-nilai yang dapat kita tanamkan kepada diri kita sendiri dari sebuah peristiwa yang sangat bersejarah dari bagsa Indonesia.
Setelah sedikit membahas tentang sumpah pemuda,berikut ini saya akan membahas bagaimana pengaruh bangsa asing terhadap persatuan dan keutuhan bangsa.
 

B.      Masuknya budaya asing di Indonesia
Seiring dengan proses globalisasi yang terus masuk dan berkembang di Negara kita, masuknya budaya barat di Indonesia pun tak dapat dihindarkan. Globalisasi berlangsung pada semua aspek kehidupan,seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya ,dll. Masuknya budaya barat sebenarnya sah-sah saja, tapi tak semua budaya barat sesuai dengan adat ketimuran kita. Di sinilah diperlukan kebijaksanaan kita dalam memilih dan menyaring apakah budaya barat yang masuk harus kita terima atau kita tolak. Perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasidengan berbagai bentukdan kepentingan dapat tersebar luas di seluruh dunia.
Berikut dampak positif dan negatif dari globalisasi :
1.      Dilihat dari segi politik, pemerintahan di jalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu Negara, jika pemerintahan di jalankan secara jujur, adil dan demokratis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Hal itu pun bisa meningkatkan rasa nasionalaisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya terjadi reformasi pada tahun 1998 pada era pemerintahan presiden Soeharto  (Orde Baru).
2.      Dari segi ekonomi, terbukanya pasar internasional yang dapat membuka lapangan kerja serta dapat meningkatkan devisa Negara. Sehingga perekonomian bangsa Indonesia dapat meningkat dan menunjang kehidupan bangsa Indonesia.
3.      Dari segi sosial budaya, dimana kita dapat meniru etos kerja yang tinggi dari bangsa-bangsa barat dalam bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi yang akan memajukan bangsa kita.
Dampak negative dari globalisasi :
1.      Dari aspek ideologi, globalisasi mampu menyakinkan bahwa liberalisme dan komunisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya upaya dari segelintir orang untukmengganti ideologi pancasila dengan ideology lain. Misalnya saja peristiwa G 30 S PKI, dimana adanya upaya untuk mengganti ideology kita menjadi paham komunis. Kemudian adanya gerakan pemberontak seperti GAM, OPM, RMS, untuk memerdekan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.olehnya itu diperlukan kesadaran dari setiap warga Negara Indonesia dalam memilih paham-paham dari bangsa asing.
2.      Dari aspek ekonomi, dengan masuknya produk-produk asing maka rasa cinta terhadap produk asli Indonesia pun berkurang.
3.       Munclnya sikap individualism yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesame warga. Dengan adanya individualism maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh-pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme, akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadp bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. apa yang di luar negeri di anggap baik memberi aspirasi masyarakat kita untuk diterapkan di Negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila di penuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Pengaruh budaya asing pun dapat dirasakan dalam bidang teknologi, akses internet yang dapat di akses oleh siapa saja, dari kalangan mana saja dan tanpa batasan umur pun dapat mempengaruhi karakter dan moral bangsa.konten-konten porno pun dapat di akses oleh siapa saja. termasuk oleh anak-anak yang belum pantas mengakses konten tersebut. bahkan rasa nasionalisme kita punkian memudar, ketika anak-anak SD banyak yang kurang mengetahui berbagai lagu-lagu nasionalnya, entah ini salah dari pihak guru atau kesalahan lingkungannya, memang ini dianggap sepele, tapi bukankah dengan mengetahui lagu-lagu nasinonal seperti Indonesia Raya,Maju Tak Gentar, Satu Nusa Satu Bangsa, Rayuan Pulau Kelapa,dllbisa menumbuhkan rasa nasionalisme kita sejak masih kecil. sungguh memprihatinkan.
selain itupun akhir-akhir ini kita sering mendengar dengan adanya suatu golongan yang menamakan mereka dengan sebutan ISIS (Islmic State of Iraq & Suriah ). dengan adanya golongan seperti ini kita harus lebih waspada dan lebih menanamkan rasa persatuan & nasionalisme dalam konteks berbangsa dan bernegara agar tidak terpengaruh terhadap paham-paham yang justru akan memecahbelahkan negara kita
Hal ini dikarenakan banyak budaya asing yang telah masuk bahkan ada yang sudah mendarah daging pada budaya Indonesia. Anggapan bangsa Indonesia saat ini, jika hanya mempertahankan nilai-nilai budaya Indonesia yang ada, maka mereka beranggapan hal tersebut adalah budaya lama dan kurang modern.

Budaya asing telah berhasil membaurkan budaya kita dengan budayanya. Demikian juga dikarenakan kurang mantapnya kebudayaan nasional dalam mempertahankan  nilai-nilai budaya. Sehingga kebudayaan daerah yang telah dibentengi dengan adanya kebudayaan nasional juga ikut mempengaruhi oleh budaya asing. Dalam hal ini, Pancasila pun menjadi tersangka.   Karena   Pancasila   tidak   bisa   memberikan   penerapan   yang   jelas   terhadap kebudayaan nasional maupun daerah.
 
 

 

c.    Cara Menumbuhkan Rasa Nasionalisme
Berdasar sila Persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai