Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Jumat, 16 Mei 2014

Kondisi Pendidikan di Maluku usai Konflik

4 komentar
       1.Latar belakang Maluku
Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas dan Molukken adalah provinsi tertua yang ada di Indonesia dimana lintasan sejarah Maluku sudah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Timur Tengah, seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Fir'aun. Bukti bahwa sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia, Mesopotamia dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara, daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, fuli, Cengkeh dan Mutiaraa. Pala dan Fuli dengan mudah didapat dari Banda Kepulauan, Cengkeh dengan mudah ditemui di negeri-negeri di Ambon, Pulau-Pulau Lease (Saparua, Haruku & Nusa laut) dan Nusa Ina serta Mutiara dihasilkan dalam jumlah yang cukup besar di Kota Dobo, Kepulauan Aru.
Ibukota Maluku adalah Ambon yang bergelar atau memiliki julukan sebagai Ambon Manise, kota Ambon berdiri dibagian selatan dari Pulau Ambon yaitu di jazirah Leitimur. Ada wacana bahwa Kota Ambon Manise sudah semakin padat, sumpek dan tidak lagi layak untuk menampung jumlah penduduk yang dari tahun ke tahun meningkat tajam yang merupakan ibukota Provinsi akan menjadi kota biasa karena ibukota direncanakan pindah ke negeri Makariki di Kabupaten Maluku Tengah..
Bahasa yang digunakan di provinsi Maluku adalah Bahasa Ambon, yang merupakan salah satu dari rumpun bahasa Melayu timur yang dikenal sebagai bahasa dagang atau trade language. Bahasa yang dipakai di Maluku terkhusus di Ambon sedikit banyak telah dipengaruhi oleh bahasa-bahasa asing, bahasa-bahasa bangsa penjelajah yang pernah mendatangi, menyambangi bahkan menduduki dan menjajah negeri/tanah Maluku di masa lampau. Bangsa-bangsa itu ialah bangsa Spanyol, Portugis, Arab dan Belanda.
Maluku memiliki 2 agama utama yaitu agama Islam Sunni yang dianut 50,8 % penduduk Maluku dan agama Kristen (baik Protestan maupun Katolik) yang dianut 48,4 % penduduk Maluku..Maluku tercatat dalam  ingatan sejarah dunia karena konflik atau  tragedi krisis kemanusiaan dan konflik horizontal antara basudara Salam-Sarane atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal sebagai Tragedi Ambon.
Nah, Tragedi ini pun bisa dikatakan merupakan salah satu faktor dari tidak maju nya dunia pendidikan di Maluku. konflik boleh tahun 1999 boleh sudah berakhir, namun dampak dari konflik tersebut masih dapat kita rasakan dalam segala aspek kehidupan, misalnya social, politik, agama bahkan pendidikan pun terkena dampak dari konflik tersebut. berikut saya akan paparkan sejumlah kendala yang di alami Provinsi para ‘Raja’ ini dalam bidang pendidikan.

       2.Faktor-faktor  yang mempengaruhi mundurnya pendidikan di Maluku  
Berbagai persoalan dan fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan di negeri seribu pulau ini di sebabkan oleh lemahnya fungsi kontrol, pengawasan serta monitoring Pemerintah Provinsi terhadap dunia pendidikan dan terjadi di hampir seluruh kabupaten di Provinsi tercinta ini sehingga alokasi dana pendidikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) banyak disalahgunakan oleh Para pengambil kebijakan. Berbagai fakta diantaranya; Kasus Korupsi Dana DAK bidang pendidikan Kabupaten Buru di tahun  anggaran 2007 sebesar Rp.10,75 milyar; Kasus Ko­rupsi
Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tahun 2008 senilai Rp 16 milyar; Kasus Korupsi dana Alokasi khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten MTB tahun 2011-2012 sekitar 7,42 Milyar; Dugaan penyimpangan dana PLS Tahun 2010-2011 di Disdikpora Maluku; Keterlambatan pembayaran Dana sertifikasi guru di hampir seluruh kabupaten; Keterbatasan infrastruktur (sarana dan Prasarana) di Maluku terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya sebagai wilayah kepulauan. Orientasi penggunaan dana pendidikan oleh masing-masing PEMDA lebih mengutamakan program-program fisik ketimbang pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mengakibatkan rendahnya kompetensi guru dan manajemen pengelolaan pendidikan di Maluku yang masih belum menyentuh permasalahan.
Sementara hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan Provinsi Maluku tanggal 30 Juli 2012 menunjukan bahwa skor kompetensi guru TK 38, 62 (ranking 29 dari 33 provinsi), guru SD 36,53 (ranking 31 dari 33 provinsi) Guru SMP 41,31 (ranking 33 dari 33 provinsi) dan kompetensi guru SMA/SMK 40,33 (ranking 32 dari 33 provinsi). Fenomena dan fakta ini menggambarkan masih buramnya peta kualitas pendidikan di Maluku, karena hakekatnya kualitas pendidikan terletak pada kompetensi tenaga pendidiknya. Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena yang belum terkuak sebagai penghambat peningkatan kualitas pendidikan di Negeri ini.
a. guru masih terkotak-kotak
Konflik kemanusiaan yang melanda Maluku dari tahun 1999 hingga 2004 ternyata menyisakan permasalahan serius bagi dunia pendidikan di Maluku. Bagaimana tidak, akibat konflik tersebut, hingga kini keberadaan guru sebagai tenaga pendidik di sekolah masih terkotak-kotak berdasarkan garis kewilayahan.
Hal ini sangat berbeda jauh dengan kondisi pendidikan sebelum konflik. Dulu penyebaran guru sangat merata di sekolah-sekolah sehingga proses perjumpaan dan dialog antaragama sangat terasa kuat.
Demikian disampaikan Direktur Ambon Reconciliation and Mediation Centre (AMRC) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon Dr Abidin Wakano kepada wartawan di sela-sela lokakarya "Pendidikan Multikulturalisme dan Bina Damai dengan Pendekatan Pendidikan Menghidupkan Nilai", di Ambon, Senin (29/4/2013).
"Kondisi seperti ini tentunya sangat tidak bagus bagi dunia pendidikan di Maluku, karena terjadi segregasi yang begitu besar. Ini juga akan menimbulkan polarisasi terhadap pembentukan karakter siswa," ungkap Abidin.
Dia mengungkapkan, hingga kini distribusi guru di sekolah-sekolah masih berdasarkan faktor kewilayahan. Oleh karena itu, tak jarang guru yang beragama A hanya tertumpuk pada wilayah komunitas A, begitu pun sebaliknya.
"Hampir 90 persen guru beragama A mengajar di wilayah A, begitu pun sebaliknya. Bahkan di banyak sekolah tidak satu pun guru beragama tertentu mau mengajar di wilayah tertentu. Kalaupun ada, paling tinggi 1 tahun guru tersebut minta dimutasi. Ini yang harus segera diselesaikan," ujarnya.
Rektor  IAIN Ambon Dr Hasbollah Toisuta mengatakan, pemerintah sudah seharusnya mengintervensi dunia pendidikan di Maluku dengan membuat sebuah kebijakan yang dapat menghilangkan segregasi guru dalam dunia pendidikan di Maluku.
"Solusinya pemerintah harus punya sebuah kebijakan melalui regulasi yang tepat. Dan workshop yang dilakukan saat ini merupakan solusi untuk membentuk pemahaman pada guru agar tidak lagi tersegregasi," ungkapnya.
Kegiatan lokakarya yang diikuti 50 guru berbeda agama dari sejumlah sekolah di 3 kabupaten dan kota di Maluku merupakan kerja sama antara ARMC, Yayasan Wakaf Paramadina, dan The Asia Foundation. Acara ini digelar sebagai upaya untuk mencairkan trauma konflik yang masih membekas pada para guru di Maluku.
"Para guru di Maluku saat ini merupakan produk konflik di masa lalu, sehingga dengan kegiatan seperti ini diharapkan dapat mencairkan kondisi trauma di masa lalu," katanya
3. bukti mundurnya pendidikan di Maluku
Sungguh tak heran, apabila kecerdasan hanya diukur dengan nilai rupiah. Apabila sistem pendidikan di Indonesia tidak diubah mainsetnya dari kelas bourju, menjadi kelas pendidikan Pancasila, maka selama itu pula, Maluku, akan berada di level keterpurukan, dalam skala dunia pendidikan.

Alasannya, pemuda Maluku yang cerdas, berakhlak dan ber­budi mulai, namun miskin ekonomi, tak mampu mengenyam pendidikan dengan baik. Alhasil, pendidikan hanya menyentuh kelas ekonomi atas, karena biaya pendidikan yang serba melangit. Hal ini kemudian meniscayakan Provinsi Maluku, kembali menempati urutan ke-35 dari seluruh provinsi di Indonesia, dalam strata kecerdasan mulai dari siswa sekolah hingga kalangan mahasiswa.

Padahal, sadar atau tidak, Maluku lebih dulu menciptakan orang terpandai di bangsa ini. Beberapa orang pandai, dan berbudi yang berasal dari Maluku, bahkan hingga kini masih mengabdi di negara, selain menjadi pelopor cikal bakal kemerdekaan NKRI.

“Maluku ini sama tuanya dengan RI, karena Maluku adalah salah satu dari depalan provinsi yang ada saat negara ini merdeka,” ungkap Walikota Ambon Richrad Louhenapessy, ketika menyinggung soal masalah kualitas pendidikan secara umum di Maluku, Jumat, 14 September.

Walikota Ambon merasa sesak, dengan hasil keceradsan anak-anak usia sekolah maupun mahasiswa di Provinsi Maluku, yang diukur dalam skala nasional, hanya mampu berada di peringkat ke-35 dari daerah-daerah yang ada di Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI). Padahal kalau dilihat, Provinsi Maluku merupakan salah satu dari ke delapan provinsi pembentuk Negara Republik Indonesia.

Menurut dia, seharusnya dengan usia yang sama dengan negara ini, dalam perkembangan sejarah bangsa, Provinsi Maluku terlambat sekali berkembang, bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Dibeberkan, tingkat rata-rata kecerdasan pendidikan di Maluku berada pada urutan 34 sampai 35. Berkaca dari hal itu, dirinya menekan seluruh lembaga penyelenggara pendidikan di daerah ini, untuk tidak boleh berkata terlambat, namun harus mengejar ketertinggalan tersebut. Ia mengajak seluruh pimpinan dan pengambil kebijakan di Provinsi Maluku, baik di level kabupaten/kota maupun kecamatan, agar sama-sama memperhatikan persoalan ini. Memang benar, kata dia, tanpa adanya perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik, maka selama itu pula, Maluku akan berada dalam krisis.

Ia lalu mengambil sampel, rendahnya kualitas SDM terlihat ketika tes Akademi Militer (AKMIL). Dari hasil tes ini, wilayah Maluku sendiri lebih banyak didominasi oleh pemuda dari luar Maluku. Maka dari itu, sudah seharusnya dari sekarang Maluku harus membuat satu lompatan guna mengejar ketertinggalan.

“Untuk wilayah Kota Ambon sendiri, Pemerintah kota (Pemkot)dalam tahun ini telah mencoba dengan Ambon pandai matematika. Sebab siapa yang menguasai matematika, maka pelajaran lainnya akan dikuasai, karena matematika akan merangsang otak untuk berfikir lebih cepat,” tandasnya
4. Usaha/kebijakan pemerintah dalam mengatasi hal tsb
Mantan  Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengemukakan, pendidikan sumber daya manusia (SDM) khusus tenaga pendidik di Maluku masih rendah, padahal guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam mencerdaskan bangsa.

"Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam proses pembangunan peradaban bangsa karena itu semua pihak harus berkomitmen dan berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan,"  Karel Albert Ralahalu.

Pernyataan Ralahalu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setda Maluku Burhan Bandjar, pada Seminar Pendidikan Provinsi Maluku dengan tema Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru, di Ambon.

Pemprov, kata beliau, sangat berkepentingan mengurai berbagai akar permasalahan pendidikan di Maluku, sehingga mutu pendidikan lebih meningkat dan bisa sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Guru mempunyai peran sangat banyak, di antaranya sebagai pendidik, model atau contoh bagi anak, pengajar dan pembimbing, pelajar, komunikator masyarakat, dan peran sebagai administrator.

"Peran guru sangat berat tetapi guru sendiri menganggapnya sebagai hal yang sepele jadi ini sangat ironi sekali," kata Ralahalu.

ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku sebagai kepanjangan tangan di daerah, membuat terobosan baru untuk mengangkat harkat dan martabat pendidikan di Maluku.

"Saya juga berharap kepada semua Universitas di kota ambon Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kiranya dapat berperan aktif dan inovatif dalam melahirkan tenaga pendidik yang lebih kompeten," ujarnya.
Gubernur juga minta kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, membuat program dan kegiatan yang lebih menyentuh permasalahan peningkatan kompetensi guru.

"Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam koordinasi program dan kegiatan untuk peningkatan mutu kompetensi tenaga pendidik," kata Ralahalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Semmy Risambessy menyatakan bahwa hasil uji kompetensi awal (UKA) bagi 1.494 orang guru di Maluku hanya memperoleh nilai rata-rata 34,52 atau menempati urutan ke 33 dari 33 provinsi di Indonesia.

"Fenomena ini menggambarkan masih buramnya peta kualitas pendidikan di Maluku, karena hakekatnya kualitas pendidikan terletak pada kompetensi tenaga pendidiknya," katanya.

Jadi, kata dia, mudah-mudahan dalam kegiatan seminar ini ada masukan dari para praktisi pendidikan maupun pemerhati masalah pendidikan dalam rangka peningkatan kompetensi guru. 
.
6. Solusi
Prioritas Kebijakan Pendidikan Meliputi:
Pemerataan dan perluasan akses
Secara umum, kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan diarahkan untuk memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional, serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang berbeda baik secara ekonomi, gender, lokasi tempat tinggal dan tingkat kemampuan intelektual serta kondisi fisik. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penduduk Indonesia untuk dapat belajar sepanjang hayat dalam rangka mewujudkan sumberdaya manusia yang handal, profesional, dan berdaya saing tinggi dalam era global.
Mutu, relevansi, dan daya saing
Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan juga merupakan fokus kebijakan strategis pendidikan, yang diharapkan mampu memberikan dampak bagi bangsa sehingga mampu berinteraksi dan dapat hidup bersama dalam keragaman sosial dan budaya, serta meningkatkan taraf hidup dan memiliki daya saing yang tinggi, yang tercermin dalam penghayatan dan pengamalan nilai-nilai iman, taqwa, akhlak mulia, etika, kepribadian tangguh, kualitas fisik, serta memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi. Upaya meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, antara lain dilakukan melalui penetapan dan pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang merupakan standar atau acuan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, yang meliputi beberapa komponen, yaitu (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar komptensi lulusan, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan; dan peningkatan mutu dan relevansi secara berkelanjutan dilaksanakan pemerintah daerah, dan satuan pendidikan secara terpadu yang pengelolaannya dikoordinasikan secara terpusat.
Governance, akuntabilitas, dan pencitraan public
Kebijakan governance dan akuntabilitas meliputi sistem pembiayaan berbasis kinerja, baik di tingkat satuan pendidikan maupun pemerintah daerah, dan manajemen berbasis sekolah, untuk membantu pemerintah daerah dalam mengalokasikan sumberdaya serta memonitor kinerja pendidikan secara keseluruhan. Selain itu, peran serta masyarakat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan kinerja pendidikan ditingkatkan melalui peran komite sekolah/satuan pendidikan dan dewan pendidikan. Tekad pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta memberikan pelayanan yang lebih bermutu, efektif, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat dan tuntutan perkembangan jaman. Pemerintahan yang bersih dari KKN diwujudkan melalui internalisasi etos kerja serta disiplin kerja yang tinggi sebagai bentuk akuntabilitas aparatur negara serta perwujudan profesionalisme aparatur,  meningkatkan efisiensi dan mutu layanan, diperlukan pengembangan  kapasitas daerah serta penataan governance pendidikan yang sehat dan akuntabel, baik pada tingkat satuan pendidikan maupun tingkat kabupaten/kota.
 
Prinsip-Prinsip Pengembangan Kebijakan Pendidikan Oleh Pemerintah Daerah
Dalam mengembangkan kebijakan pendidikan, perlu dipertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.   Belajar dari pengalaman masa lalu (lesson learned)
Pengalaman masa lalu, baik positif maupun negatif, merupakan hal penting dan perlu dipertimbangkan dalam merumuskan dan menentukan kebijakan, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah antisipasi, pananggulangan dan alternatif solusi atas berbagai permasalahan dan kendala yang mungkin dihadapi, serta upaya-upaya yang mengarah pada perbaikan dan meningkatkan kinerja dan mutu di masa mendatang. Tanpa belajar dari pengalaman masa lalu, sangat mungkin kebijakan pendidikan yang diambil akan mengalami kendala seperti yang dialami sebelumnya, dan hasil/dampaknya pun tak akan jauh berbeda dari hasil yang pernah dicapai;
        2.)      Berkesinambungan
Kebijakan hendaknya merupakan kesinambungan dari kebijakan sebelumnya, sehingga terjadi kesinambungan arah dan tujuan. Upaya peningkatan atau perbaikan tidak selamanya harus bermula dari nol, melainkan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek positif untuk dipertahankan dan jika perlu dikembangkan, dan mengurangi serta mencari alternatif solusi dari aspek- aspek negatif yang berpotensi sebagai penghambat.
      3.Orientasi global dan masa mendatang
Kebijakan pendidikan hendaknya berorientasi pada kondisi dan persaingan global, dan mampu mengantisipasi kebutuhan, tantangan, dan perkembangan di masa mendatang. Jika hal ini tidak diperhatikan, dampak dari kebijakan ini tak akan mampu mengatrol mutu  pendidikan yang tercermin dari sumberdaya yang handal, profesional, dan berdaya saing tinggi dalam era global. Jika hal ini, yang terjadi bukan tidak mungkin peringkat Indek Pembangunan Manusia Indonesia tetap pada urutan bawah, dan bahkan semakin merosot;
4.     Jaminan dan kepastian hukum
Kebijakan yang dirumuskan, perlu disertai jaminan dan kepastian hukum yang akan mendukung implementasi kebijakan tersebut. Jika tidak, kebijakan sebaik apapun akan menghadapi kendala dan hambatan karena tak ada jaminan hukum yang mengatur dalam  implementasinya.


Daftar  pustaka
http://www.kampanyeonline.com/maluku/pemimpin-terpilih-harus-majukan-pendidikan-di-maluku
http://www.tribun-maluku.com/2013/06/tingkatkan-profesionalisme-dikpora.html


4 komentar:

  1. Try doing some surveys online. You will not make as much money as you would with some other types of online work. These surveys usually do not take long, and they usually just ask for your opinion. If you join a legitimate survey site, Sabung ayam online those cents can quickly add up to some extra cash.

    BalasHapus
  2. Cuma di ayam berlaga Laga ayam paling spektakuler, silakan hubungi kami di BBM: BOLAVITA / WA: +6281377055002

    BalasHapus
  3. ===> BONUS SETIAP SABTU & MINGGU <===

    DONACOPOKER merupakan situs judi kartu online Indonesia paling terpercaya dan terlengkap dalam menyediakan permainan judi online seperti poker online, domino online, bandar ceme online, blackjack online...Bahkan yang merupakan situs Agen Poker Online uang asli yang menyediakan transaksi dari bank BCA, BNI, BRI, Mandiri, memberikan MINIMAL deposit yang sangat murah dan menyediakan hadiah jackpot setiap harinya dan dapat bermain dengan para player dari seluruh kota yang ada di Indonesia, main poker online hanya di DonacoPoker.

    === 1 ID Bisa Main 7 Permainan ===

    http://www.donacopoker.info/cara-bermain/cara-bermain-poker-untuk-pemula/
    http://www.donacopoker.info/poker-online/cara-bermain-pintar-poker-online/
    http://www.donacopoker.info/promo-terbaru/promo-poker-online-bulan-agustus-2018/

    Ayo daftar sekarang di DonacoPoker.net

    BalasHapus
  4. BONUS 10% SETIAP HARI

    Agen Bandar Taruhan Judi Bola Sbobet Online Terpercaya dan paling baik yang sediakan jasa pelayanan pada pembukaan akun permainan judi atau taruhan online bagi anda di delegasi judi online yang berkelas International, resmi dan terpercaya hanya di ZeusBola.

    Sbg Delegasi Bola Sbobet Indonesia Terpercaya, ZeusBola telah berkerja sama dgn industri Sbobet beroperasi di Asia yang dilisensikan oleh First Cagayan Leisure & Resort Corporation, Manila-Filipina dan di Eropa dilisensikan oleh sang presiden Isle of Man pada beroperasi sebagai juru taruhan latihan jasmani sedunia.

    http://www.bolazeus.net/tag/rahasia-poker-online/
    http://www.bolazeus.net/tag/rahasia-poker-tanpa-deposit/
    http://www.bolazeus.net/2018/07/27/posisi-kursi-pada-meja-poker-bisa-menjadi-tolak-ukur-kemenangan/

    Ayo daftar sekarang di bolazeus.net

    BalasHapus